NPM : 1910301122
Kelas : 2C
Gejala dan Cara Pencegahan Virus Corona
Virus Corona merupakan virus yang mudah sekali menyebar. Virus ini telah memakan ribuan jiwa di dunia. Semakin bertambahnya hari, semakin banyak pula yang terkena virus ini. Hal ini disebabkan karena bersentuhan atau berinteraksi langsung dengan banyak orang. Perlu kita ketahui, bahwa dengan kita selalu berinteraksi dengan orang lain, selalu berada di tempat umum, keramaian, dan kerumunan dapat mempermudah virus untuk menyebar.
Oleh karena itu, kita harus bisa untuk selalu menjaga kesehatan. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara yang sederhana. Seperti sering mencuci tangan menggunakan sabun, jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak, gunakan masker bila batuk atau pilek, konsumsi gizi seimbang, perbanyak sayur dan buah, hati-hati kontak dengan hewan, rajin olahraga dan istirahat cukup. Bila kita selalu menerapkan hal tersebut, kita dapat mengurangi penyebaran virus. Selain itu, pemerintah juga mengadakan Social Distancing.
Social Distancing adalah pembatasan sosial. Orang-orang harus menghindari tempat umum, kerumunan, keramaian, dan menjaga jarak dengan orang lain. Pemerintah juga melakukan lockdown dan karantina di beberapa wilayah guna meminimalisir penyebaran virus. Virus ini menyerang paru-paru manusia. Pada umumnya, orang yang terkena virus ini akan mengeluhkan suhu tubuh tinggi, napas pendek atau kesulitan bernapas, dan batuk.
Selain di atas, ada juga gejala dari virus ini. Seperti pilek, sakit tenggorokan, letih, dan lesu. Jika ada orang yang mengalami gejala-gejala tersebut cepatlah bawa dia ke dokter. Orang yang mengalami satu dari beberapa gejala dan yang setelah berpergian jauh akan diperiksa dan masuk dalam ODP (Orang Dalam Pengawasan). Sedangkan jika ada gejala demam atau gangguan pernapasan, orang tersebut masuk dalam PDP (Pasien Dalam Pengawasan).
ODP dan PDP akan diperiksa di hari pertama juga hari ke 14 untuk mengetahui apakah orang tersebut positif atau negatif. Dalam penangananya pemerintah memberikan fasilitas yang cukup memadai, seperti alat pelindung untuk tenaga medis, ruangan, dan lainnya. Petugas kesehatan harus selalu menjaga kesehatan juga agar tidak tertular dari pasien. Pesan untuk petugas kesehatan yaitu, hindari kontak atau jarak dekat dengan penderita ISPA, gunakan alat pelindung diri (ADP), sering cuci tangan pakai sabun setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungan orang sakit, dan ingatkan kepada orang dengan gejala ISPA harus menerapkan etika batuk (jaga jarak dengan orang atau menutup hidung dengan baju atau tissue saat batuk atau bersin). Semoga orang-orang selalu mendengarkan dan menaati peraturan dari pemerintah agar tidak semakin menyebar virus tersebut.